cara mengganti laher roda mobil

Caramengganti bearing roda depan mobil : Siapkan dahulu bearing hub outer dan bearing hub inner (laher kecil dan laher besar), serta oil sealnya. Sesuaikan dengan macam kendaraan anda. Buka bagian master rem lalu ganjal agar master rem tak menggantung dan tak merusak bagian selang rem. Lalu buka juga mur as roda dan cabut washer/lockernya MisalnyaAnda akan mengganti bantalan sebuah roda depan, pasanglah ganjal di belakang roda belakang. Jika Anda akan mengganti bantalan roda belakang, pasanglah ganjal di belakang roda depan. 4 Mengendurkan mur roda dan menaikkan roda dengan dongkrak. Caralain dalam mengatasi laher motor yang rusak adalah mengganti dengan sparepart original bawaan dari pabrik yang bisa dibeli di bengkel resmi dan terpercaya Jenis-Jenis Bearing Roda Motor Bagi Anda yang merupakan pengendara motor sehari-hari, tentu harus mengetahui jenis bearing motor agar mudah memilih sesuai kebutuhan dan mempermudah Kondisilaher roda yang sudah rusak akan ditandai dengan adanya getaran yang terasa di shockbreaker. Untuk melakukan pengecekan ini syaratnya mobil harus diangkat menggunakan car lift atau paling tidak didongkrak. 4. Tie Rod dan Long Tie Rod Avanza - Sekitar Rp325.000 Kunci Tertinggal di Dalam Mobil, Begini Cara Darurat Membuka Pintunya Videoini merupakan video yang berisi tentang tutorial cara memeriksa bearing roda mobil. Bearing Roda atau yang sering disebut orang Maher roda ini seiring Wie Kann Ich Einen Neuen Mann Kennenlernen. Sama seperti komponen lainnya, laher roda mobil atau yang biasa disebut juga sebagai bearing bisa mengalami kerusakan sehingga perlu dicek rutin. Tetapi, kamu sebenarnya juga bisa mengenai ciri ciri laher roda depan mobil rusak sehingga dapat mengantisipasinya sejak awal. Fungsi utama dari laher roda adalah untuk memastikan roda dapat berputar dengan aman sehingga perannya sangat vital. Yuk, simak tanda-tanda laher roda mengalami kerusakan dalam artikel berikut ini. Secara umum, laher mobil yang sudah aus dapat dikenali saat mobil mengeluarkan bunyi aneh seperti suara gemuruh. Namun, ada juga ciri lainnya seperti gerakan mobil yang terasa oblak. Berikut penjelasan mengenai gejala laher roda mobil rusak. 1. Muncul suara gemuruh pada roda Jika kamu mendengar suara gemuruh pada kabin depan mobil, itu bisa menjadi pertanda ciri-ciri laher roda depan mobil rusak. Awalnya, suara gemuruh mungkin tidak terdengar keras saat mobil baru saja dinyalakan. Namun, suaranya menjadi sangat keras saat mobil melaju dengan kecepatan yang tinggi. Suara gemuruh pada mobil ini dapat dipahami karena laher pada mobil, khususnya pada roda depan tidak lagi presisi. 2. Roda mobil terasa goyang atau oblak Tanda laher mobil rusak lainnya yang mesti kamu waspadai adalah mobil terasa oblak atau tidak stabil. Jika sudah mengalami kondisi seperti ini, sebenarnya cukup berbahaya karena bisa menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang cukup fatal. Roda mobil terasa oblak bisa jadi disebabkan karena laher mobil yang mengalami kerusakannya. Untuk memastikannya, kamu bisa cek dengan menggoyang-goyangkan roda mobil dengan tangan. Pertama, angkat dulu roda mobil menggunakan dongkrak. Kemudian, coba goyangkan-goyangkan roda mobil ke semua arah. Bila roda mobil ikut bergoyang-goyang, itu tandanya ada masalah pada bearing atau laher roda mobil kamu. Jika ada masalah, sebaiknya juga kamu tahu cara cek bearing roda depan mobil di artikel Lifepal. 3. Keausan roda ban mobil tidak rata Tanda bearing roda mobil yang mengalami kerusakan selanjutnya yakni roda mobil aus yang tidak merata. Kenapa bisa tidak merata? Karena gerakan mobil yang tidak stabil akibat laher mobil rusak bisa membuat permukaan ban mobil tidak rata. Kondisi ini cukup berbahaya jika terus saja dibiarkan. Laher mobil yang rusak akan mempengaruhi sudut-sudut kemudi sehingga area ban mobil yang menapak ke jalan juga terpengaruh. 4. Velg mobil terasa panas ketika berjalan Ciri-ciri laher roda depan mobil rusak selanjutnya yakni velg mobil yang terasa panas. Bila laher mobil mengalami kerusakan, maka velg mobil akan lebih panas dari sebelumnya. Namun, perlu diingat bahwa velg mobil yang panas ini tidak hanya disebabkan karena laher roda mobil yang rusak, bisa juga karena kerusakan komponen mobil lainnya. Apa yang terjadi jika laher mobil rusak? Setelah memahami tanda laher mobil rusak, kamu mungkin penasaran apa yang bakal terjadi. Pada kerusakan yang ringan mungkin saja tidak berpengaruh signifikan, namun jika sudah parah akibatnya bisa fatal. Berikut bahaya laher mobil rusak yang perlu kamu ketahui. 1. Setir mobil jadi kurang stabil Kamu tentu ingin menyetir mobil dengan aman dan nyaman, bukan? Namun, bila laher mobil rusak, itu akan mempengaruhi kenyaman mobil kamu saat disetir. Yang paling terasa adalah setir mobil yang menjadi tidak stabil saat digunakan mengemudi. Hal ini tentu saja membahayakan keselamatan, baik untuk kamu selaku pengemudi maupun orang lain. 2. Roda mobil terkunci Bahaya laher mobil rusak lainnya yang cukup fatal adalah roda mobil yang terkunci akibat peningkatan suhu pada area laher dan ujung as roda. Peningkatan suhu bisa memicu pemuaian pada laher roda dan as roda sehingga roda mobil bisa terkunci karena pemuaian yang terjadi. Jadi, mobil terasa sulit bergerak seperti sedang direm. Namun, susah ditarik bukan karena mesin mobilnya, melainkan ban mobil yang terkunci. 3. Rem mobil macet Kemungkinan lainnya, rem mobil menjadi macet karena ada peningkatan suhu pada piringan rem, terutama pada bagian kalipernya. Piringan rem yang memang sudah terbiasa menerima panas, akan mendapatkan tambahan panas dari bearing atau laher mobil yang rusak. Akibatnya, rem mobil bisa menjadi blong. Hati-hati, ya. Rem mobil blong merupakan salah satu penyebab kecelakaan tertinggi. 4. As roda mobil patah Bahaya yang cukup mengerikan adalah as mobil yang patah karena as roda mobil selalu bergejolak di dalam bearing. Seperti dipukul-pukul, as roda mobil awalnya mungkin bisa bertahan, namun lama kelamaan akan patah. 5. Menyebabkan kerusakan pada komponen mobil lainnya Laher mobil yang rusak dan dibiarkan secara terus menerus bisa menyebabkan kerusakan pada komponen mobil lainnya. Tentu saja, yang paling terasa adalah roda mobilnya. Selain roda mobil, velg dan ball joint mobil juga bisa ikutan rusak. Kalau ball joint sudah ikutan rusak, mobil jadi liar dan sulit untuk dikendalikan. Cara mengganti laher mobil yang rusak Sebenarnya, mengganti laher harus dilakukan oleh tenaga profesional seperti montir di bengkel resmi. Namun sebagai gambaran, tidak ada salahnya jika kamu juga memahami bagaimana mengatasi laher mobil yang rusak. Berikut prosedur untuk mengganti laher mobil. 1. Siapkan peralatan Siapkan sejumlah peralatan untuk mengganti laher mobil yang rusak seperti dongkrak mobil, ganjal roda, palu karet, pahat, palu besi, kunci pas, obeng, sarung tangan, kain majun dan grease. 2. Parkirkan mobil di tempat yang rata Cari lokasi yang rata untuk memarkirkan kendaraan kamu agar mobil tidak bergulir saat ban mobil dilepas. Kemudian, gunakan dongkrak mobil untuk mengangkat roda yang lahernya akan diganti. Setelah itu, ganjal agar posisi ban tidak berubah saat salah satu ban mobil diangkat. 3. Lepaskan roda Selanjutnya, lepaskan roda mobil menggunakan kunci pas. Lanjutkan dengan membuka velg dan kaliper rem mobil. 4. Lepaskan kaliper rem mobil Langkah selanjutnya lepaskan kaliper rem mobil menggunakan obeng. Perlu diingat, jangan biarkan menggantung begitu saj. Kaitkan ke bagian bawah mobil dengan posisi selang rem tidak tertarik. Cara ini penting dilakukan agar tidak merusak selang rem mobil. 5. Lepaskan rotor Setelah melepaskan kaliper, rotor akan terlihat dan kamu perlu melepaskannya dengan melepaskan penutup debu berbahan plastik. Lepaskan pin pasak, mur kastil, dan washer, untuk mendapatkan akses ke bearing luar roda. Lepaskan juga rotor dengan mengangkatnya dari slot, ketuk rotor dengan lembut menggunakan palu karet jika terasa macet. 6. Lepaskan bagian tengah roda hub Gunakan kunci pas soket untuk melepaskan hub dari poros. Kamu akan membutuhkan tenaga yang ekstra untuk melepaskan bearing dari hub. Gunakan palu besi untuk memukul pahat agar bearing terdorong keluar. Pada tahap ini, ada dua opsi. Pertama, kamu bisa mengganti hub beserta bearingnya. Kedua, kamu cukup mengganti lahernya saja dengan membongkar hubnya. 7. Bersihkan hub Setelah bearing mobil dilepaskan, bersihkan pelumas menggunakan kain sampai benar-benar bersih dari debu dan pasir. 8. Pasang bearing baru Langkah terakhir adalah memasang bearing baru tadi, pastikan posisinya tidak berubah setelah dipasang. Dudukannya harus benar-benar presisi dan tidak melenceng sedikutpun. Terakhir, pasang kembali ban mobil kamu. Tips dari Lifepal! Karena membutuhkan keahlian khusus, sebaiknya pemasangan bearing mobil dilakukan oleh montir profesional. Agar tidak terbebani dengan mahalnya biaya servis di bengkel, gunakan saja asuransi mobil, ya. Penting punya asuransi mobil Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, laher roda depan mobil merupakan komponen yang penting. Jadi, ketika rusak harus segera diperbaiki. Biaya yang harus dikeluarkan tentunya tidak main-main. Kamu harus merogoh kocek mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Nah, salah satu solusi agar keuangan kamu aman adalah dengan memiliki asuransi mobil. Asuransi mobil akan memberikan jaminan ganti rugi apabila mobil kamu mengalami beberapa risiko yang tertulis sesuai polis asuransi. Beberapa risiko yang ditanggung di antaranya yakni mobil baret, mobil rusak karena kecelakaan, hingga mobil dicuri orang. Cek asuransi mobil yang cocok buatmu dengan kuis asuransi mobil terbaik berikut ini. Pertanyaan seputar ciri ciri laher roda depan mobil rusak Kapan harus ganti laher?Laher mobil umumnya masih bagus digunakan sampai 2 hingga 3 tahun pada pemakaian di dalam kota. Namun jika pada mobil offroad, sebaiknya kurang dari itu. Kamu sebaiknya mengganti laher mobil setelah ditemukan ciri-ciri laher mobil depan mobil rusak parah. Apakah memiliki asuransi mobil penting? Penting. Asuransi mobil akan memberikan jaminan ganti rugi apabila mobil kamu mengalami beberapa risiko yang tertulis sesuai polis asuransi. Beberapa risiko yang ditanggung di antaranya yakni mobil baret, mobil rusak karena kecelakaan, hingga mobil dicuri orang. – Ciri-ciri Bearing Roda Bermasalah dan Minta Diganti – Bearing atau di Indonesia sering disebut laher / klahar adalah komponen penting pada benda mekanis berputar. Bearing bisa dijumpai pada setiap poros benda berputar, seperti as roda kendaraan, as motor listrik, pompa, roller, transmisi dan lain sebagainya. Pada mobil atau motor, bearing punya peran sangat penting pada semua roda, karena roda adalah komponen penggerak yang jadi ujung penyaluran semua tenaga dari mesin. Komponen yang juga disebut bantalan ini sebenarnya berumur relatif panjang, karena dibuat dari bahan baja yang kuat dan dilumasi oleh grease atau minyak gemuk. Bearing mengalami gesekan yang minim walau menopang bobot mobil ke roda dengan komponen logam yang bergesekan terus menerus. Bagi para ahli pemeliharaan mobil, mungkin mengetahui tanda-tanda bearing mulai bermasalah atau sudah minta diganti sangatlah mudah. Dengan mengemudikan mobil, para montir berpengalaman langsung tahu, bearing roda mana yang bermasalah baik dari suara dengungan ban, maupun dari getaran atau melalui pemeriksaan langsung. Posisi laher pada poros roda mobil Tapi bagi kita yang awam, tentu itu bukan perkara mudah, karena tidak seperti mengedarai sepeda atau kendaraan roda dua yang kita bisa langsung merasakan setiap getaran dari roda, gentaran tidak normal pada roda mobil tentu hanya bisa dilacak oleh mereka yang ahli. Artikel ini memberi tips untuk mengetahui ciri-ciri klahar roda sudah mulai bermasalah, sehingga setidaknya kita bisa mengidentifikasi masalah sebelum menjadi lebih parah. Pengertian, Cara Kerja dan Jenis Bearing Mengutip dari Wikipedia, pengertian bearing yang mudah difahami adalah komponen sebagai bantalan untuk membantu mengurangi gesekan peralatan berputar pada poros/as, yang biasanya berbentuk bulat. Bearing di mobil dipasang pada as roda dan ditempat-tempat yang berputar lainnya. Definisi yang lain adalah suatu elemen mesin yang berfungsi membatasi gerak relatif antara dua atau lebih komponen mesin agar selalu bergerak pada arah yang diinginkan. Bearing menjaga poros agar selalu berputar terhadap sumbu porosnya, atau juga menjaga suatu komponen yang bergerak linier agar selalu berada pada jalurnya. Laher memegang peranan penting untuk menumpu sebuah poros agar poros dapat berputar tanpa mengalami gesekan yang berlebihan. komponen ini harus cukup kuat stabil dan tidak mudah aus, untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. Ada beberapa jenis bearing yang umum di gunakan di berbagai aplikasi benda berputar, antara lain Ball Bearing laher bola – biasanya untuk benda berputar yang menopang beban yang ringan. Cylindrical Roller Bearing Laher Rol Silinder – bantalan dibuat berbentuk silinder yang sedikit panjang, biasanya untuk peralatan yang menopang beban lebih tinggi. Needle Roller Bearing Laher Rol Jarum – bantalan silinder yang lebih panjang dan relatif tipis. Tapered Roller Bearing Laher Rol Tirus – bantalan berbentuk kerucut pada poros kerucut, untuk menopang beban aksial dan radial yang lebih berat. Round Roller Bearing Laher Rol Bulat – Bantalan rol bulat dengan cincin luar dan bentuk bulat di dalamnya. Rol ini lebih tebal ditengah dan tipis di ujungnya. Jenis-jenis Bearing atau Laher Tanda atau Gejala Bearing Roda Bermasalah Tidak seperti komponen suku cadang lainnya yang memiliki usia pakai berdasarkan waktu atau jarak tempuh, bearing adalah komponen yang punya daya tahan tinggi, karena memang didesain untuk menopang beban kendaraan pada roda yang berputar. Penggantian bearing sebaiknya dilakukan hanya jika kinerjanya mulai terasa memburuk. Sehingga untuk mengetahui kapan saat yang tepat mengganti bearing roda, kita perlu mengetahui tanda-tanda bearing atau laher yang mulai bermasalah. Setiap mobil akan memiliki usia pakai bearing yang berbeda, tergantung seberapa sering mobil digunakan, seberapa berat beban yang sering di bawa dan seberapa kuat bahan logam dari laher tersebut. Beberapa mobil mungkin butuh penggantian bantalan roda setelah km, namun ada juga yang bisa bertahan hingga jarak tempuh hingga km walau itu jarang terjadi. Berikut beberapa gejala bearing roda bermasalah Timbul suara desing atau seperti gerinda, karena ada komponen bantalan yang tidak lagi sama ukurannya sehingga beban tidak lagi terdistribusi dengan rata. Timbul suara dengung yang terus meningkat seiring bertambahnya kecepatan, hal ini disebabkan masalah keausan pada komponen bantalan. Timbul bunyi mencicit atau mengeram, hal tersebut dsebabkan posisi bearing yang sudah longgar. Pada mobil dengan fitur Anti-lock Braking System ABS, lampu peringatan ABS yang menyala salah satunya bisa disebabkan oleh bearing yang tidak lagi berfungsi dengan benar. Hal tersebut disebabkan sensor ABS yang terhubung ke cincin nada bantalan, sehingga ketika sensor tidak dapat membaca gerakan bantalan, ABS akan diartikan oleh sistem komputer dalam keadaan tidak dapat bekerja normal. Cara Mengganti Bearing Roda Mobil – Tips DIY Mengganti bearing roda mobil sendiri di garasi rumah bisa menghemat biaya servis mekanik. Namun perlu Anda ketahui bahwa pekerjaan ini memerlukan waktu luang yang agak panjang, olahraga yang cukup berkeringat. tangan yang mau tidak mau akan bergelut dengan minyak gemuk, serta kehati-hatian pada beberapa hal agar tidak menggeser komponen lain yang akan cukup merepotkan jika berubah posisinya, sehingga wajar jika biaya untuk servis ini lumayan mahal jika Anda membayar montir professional. Jadi mengganti laher atau bearing roda tidak cocok untuk Anda yang takut tangannya kotor atau tidak suka aktivitas berkeringat. Namun bagi Anda yang punya rasa penasaran tinggi dan menikmati kepuasan memperbaiki mobil sendiri, tentu ini adalah tantangan skala kecil untuk dijelajahi. Peralatan yang harus disiapkan Bearing roda baru sesuai model dan merek rekomendasi pabrikan Dongkrak mobil Ganjal roda Palu karet Pahat Palu besi Kunci pas Obeng Sarung tangan Kain Majun Grease minyak gemuk sesuai spesifikasi yang dianjurkan. Prosedur Mengganti Bantalan Roda 1. Parkirkan mobil di permukaan yang rata – Agar mobil tidak bergulir saat ban sudah dilepas. Jangan lupa aktifkan rem parkir setelah posisi yang pas didapatkan. 2. Angkat posisi roda – gunakan dongkrak untuk mengangkat posisi roda yang bearingnya akan diganti. Ganjal roda-roda lain agar posisi mobil tidak berubah setelah salah satu ban ditinggikan. Ganjal roda belakang saat akan mengganti bearing roda depan, dan sebaliknya. 3. Lepaskan roda – buka baut roda dengan kunci pas, kemudian lepaskan velg hingga terlihat kaliper rem. 4. Lepaskan kaliper – Lepaskan baut penahan kaliper, tarik dengan obeng tetapi jangan posisikan menggantung begitu saja, kaitkan ke bagian bawah mobil dengan posisi selang rem tidak tertarik. Ini adalah salah satu prosedur yang harus hati-hati agar tidak merusak selang rem. 5. Lepaskan rotor – Rotor akan terlihat setelah melepas kaliper. Untuk mendapatkan akses ke baut dan sekrup yang memegang rotor, Anda harus melepaskan penutup debu berbahan plastik. Lalu, lepaskan pin pasak, mur kastil, dan washer, untuk mendapatkan akses ke bearing luar roda. Lepaskan rotor dengan mengangkatnya dari slot, ketuk rotor dengan lembut menggunakan palu karet jika terasa macet. Jika roda yang diperbaiki adalah roda penggerak, maka Anda perlu berhati-hati agar posisi as roda tidak tertarik terlalu ke luar hingga oli transmisi pada mobil FWD atau oli gardan pada mobil RWD tidak tumpah. 6. Lepaskan bagian tengah roda hub – Bearing berada di dalam hub. Gunakan kunci pas soket yang tipis untuk melonggarkan baut dan memindahkan hub dari poros. Melepaskan bearing dari hub memerlukan tenaga dan kehati-hatian agar tidak merusak komponen hub. Diperlukan palu besi untuk memukul pahat yang akan mendorong bearing keluar. Jika Anda orang kaya yang tidak suka ribet dengan pekerjaan berkeringat, Anda bisa langsung mengganti hub dengan unit baru yang otomatis ada bearing baru di dalamnya. Tapi jika Anda hanya memiliki bearing baru, hub harus dibongkar untuk mengganti bearing. 7. Bersihkan hub – Setelah bearing dilepas, bersihkan pelumas lama dan partikel menggunakan kain majun, hingga benar-benar bersih dan pastikan bebas dari partikel seperti debu dan pasir. 8. Pasang bearing baru – Pastikan dudukan bearing tidak terkena gemuk agar posisinya tidak mudah berubah setelah di pasang. Namun pastikan bagian dalam bantalan telah diolesi gemuk secukupnya sebelum dipasang. Posisi bearing pada dudukannya harus presisi, tidak boleh melenceng sedikitpun dari posisi seharusnya agar rotasi roda tetap halus dan tidak malah membuat bearing baru lekas rusak kembali. Pemasangan ini butuh kesabaran dan tenaga yang cukup besar. 9. Pasang kembali roda – setelah semua pemasangan bearing selesai, pasang kembali roda dengan urutan berkebalikan dari prosedur di atas. Setelah perakitan selesai, turunkan roda dan lepaskan dongkrak. Jika butuh mengganti bearing di roda lain, cukup ulangi langkah-langkah di atas dari awal. Baca juga Ciri-ciri Shock Absorber Mobil Bermasalah dan Minta Diganti Itulah tanda-tanda bearing roda bermasalah dan urutan cara mengganti bearing sendiri. Jika teman-teman bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengganti bantalan roda tersebut, maka itu tergantung pada seberapa terampil Anda, namun pastinya bisa mengambil waktu beberapa jam, karena banyak komponen yang harus dibongkar-pasang. Bagi Anda yang merasa ragu dan takut merusak komponen lain yang terkait, maka sebaiknya gunakan jasa montir professional. Tentu tidak worthed jika kenekatan memperbaiki mobil sendiri, padahal Anda tidak berbakat dalam hal tersebut, menimbulkan masalah lain yang lebih merepotkan. Lakukan jika Anda memang menyukai tantangan dan mau berhati-hati, bukan karena Anda hanya ingin menghemat biaya servis. Jangan sampai nanti Anda kena kualat, karena berusaha mengambil rezeki para montir, alih-alih mobilnya jadi lebih baik, malah anda mendapat masalah baru yang lebih rumit. Selamat mencoba dan Salam Otomotif!

cara mengganti laher roda mobil